>
  • header
01 Juni 2020

BELUM ADA PROFESI LAIN SEDASYAT PROFESI GURU !

Ko segitu dasyatnya profesi guru, benarkah? Ya, tentunya begitu!

Tahukah kalian bahwa hanya profesi guru yang mampu melahirkan banyak profesi, bukankah itu sangat dasyat!, seharusnya kita bangga.  Tapi sayangnya karena adanya oknum-oknum guru yang tidak bertanggungjawab untuk merawat pofesinya berdampak terhadap profesi guru keseluruhan.

Guru katagori semacam ini karena tidak memiliki tanggung jawab dalam mengamalkan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya seringkali menimbulkan masalah bagi masyarakat, menjadi beban masyarakat dan bangsa, bahkan menggerogoti keutuhan bangsa serta dapat menggoyahkan kesatuan dan persatuan bangsa.

Ada saja alasan yang dikemukakan oleh mereka yang mencari nafkah dari profesi guru, dengan seribu satu alasan membela diri, mulai dari gaji kecil, honor yang rendah.  Pokok masalahnya sesungguhnya berdampak kepada pendapatan mereka adalah karena ketidak profesionalisme,  akibat fatalnya yaitu pembayaran dengan standar gaji minus eee maksudnya minimal.

Gaji minimal ini wajarkah? Sesungguhnya tidak wajar!. Gaji minimal ini akibat masih banyak pihak  yang meragukan profesionalitas guru dengan alasan bahwa pekerjaan yang bersifat profesional hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu, bukan seperti guru yang dapat dilakukan oleh mereka yang tidak dapat memperoleh perkerjan lain.

Jangan sampai yang terjadi justru masih ada ganjalan yang melemahkan profesionalitas guru, diantaranya guru masih dianggap sebagai karier terbuka, sehingga siapa saja bisa menjadi guru asal (guru asal asalan) memiliki pendidikan S-1 atau D-4.

Faktor yang menyebabkan rendahnya profesionalisme guru tersebut antara lain: (1) masih banyak guru yang tidak menekuni profesinya secara utuh. Hanya sebagai pekerjaan sampingan, ini disebabkan oleh sebagian guru yang bekerja di luar jam kerjanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan diri; (2) belum adanya standar profesional guru sebagaimana tuntutan di negara-negara maju; (3) adanya perguruan tinggi swasta yang mencetak guru asal jadi dengan IPK terlalu Tinggi, atau setengah jadi, tanpa memperhitungkan output-nya kelak di lapangan, sehingga menyebabkan banyak guru yang tidak patuh terhadap etika profesinya; (4) kurangnya motivasi guru dalam meningkatkan kualitas diri.

Bukankah sepatutnya Guru merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dunia pendidikan oleh karena itu seorang guru harus senantiasa mengembangkan diri baik secara mandiri serta ikut serta dalam pertemuan-pertemuan ilmiah yang bertujuan meningkatkan kompetensinya. Salah satunya melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang telah diberi fasilitas oleh sekolah dengan penggunaan Dana BOS untuk biaya transportasi.

Terlebih pada Masa Pandemi COvid-19 dibutuhkan guru melakukan pembaharuan dalam proses pembelajaran, dahulunya tatap muka di kelas, sekarang dengan metode Daring (dalam Jaringan), pembaharuan ini akan mendukung perubahan sikap guru dan siswa. Kunci keberhasilan pembaharuan sekolah sangat ditentukan oleh gurunya, karena guru adalah pemimpin pembelajaran, fasilitator dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran.

Ingat untuk menjadi guru professional ada beberapa hal yang dilakukan dan jadi pusat perhatian dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, selain: sarana dan prasarana, buku yang berkualitas. Makna hakikinya untuk dapat menciptakan pendidikan yang berkualitas tidak akan dapat dilepaskan dari faktor guru sebagai salah satu syaratnya. Pendidikan yang bermutu memiliki hubungan ke depan (forward linkage) dan hubungan ke belakang (backward linkage). Forward linkage yakni pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan kepada kita bahwa bangsa yang maju, modern, makmur, dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu pula.

Kita harus pahami bahwa pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yakni guru yang professional dan bermartabat. Profesi keguruan mensyaratkan pemahaman tentang bagaimana belajar dan pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik sehingga pendidikan dapat dilaksanakan secara optimal.

Guru yang profesional senantiasa menjunjung tinggi kode etik keguruan dan harus peka terhadap perubahan-perubahan, pembaharuan serta IPTEK yang terus berkembang sejalan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan perkembangan jaman.

Di sinilah tugas guru untuk senantiasa meningkatkan wawasan keilmuannya sehingga apa yang disampaikan kepada siswanya sesuai dengan kebutuhan stakeholder dan up to date. Guru mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan, sehingga perlu dikembangkan sebagai tenaga profesi yang bermartabat dan profesional.

Semua orang tahu dan sadar bahwa Guru merupakan titik sentral dari peningkatan kualitas pendidikan yang bertumpu pada kualitas proses pembelajaran.  Guru profesional akan menghasilkan proses dan hasil pendidikan yang berkualitas dalam rangka mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Dalam mewujudkannya, tanggung jawab perlu lebih ditekankan dan dikedepankan, karena pada saat ini banyak lulusan pendidikan yang cerdas dan terampil berkat guru guru yang professional. Selain itu, guru sudah diarahkan khusus kepada bidang pendidikan, pelaksanaannya mulai terpadu sehingga seharusnya memenuhi harapan dan tuntutan profesi, serta pengakuan dari masyarakat.

0 Komentar

Kontak Kami

logo_web_hdr.png
  • Telepon : +6281349531561
  • Email : info@relyrizaldy.web.id
  • Alamat : Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

Pencarian

Berita Populer

IKLAN LAYANAN ANDA

Social Media