>
  • header
27 Mei 2020

NABI SULAIMAN RAJA KAYA RAYA dan RAJA SEMUT

Alkisah Nabi Sulaiman sedang dalam perjalanan. Ia ditemani oleh bala tentara yang terdiri dari manusia, jin dan burung-burung. Nabi Sulaiman a.s. memang seorang nabi yang dikarunia oleh Allah kemampuan menguasai jin dan binatang-binatang. Mukjijat yang tak dikuasai oleh manusia lainnya Beliau bisa memahami bahasa binatang apa saja, termasuk semut. Selain nabi, beliau juga seorang raja yang kaya raya.

Kali ini perjalanan Nabi Sulaiman a.s. sampai ke Lembah Semut. Di lembah itu tinggal berjuta-juta ekor semut yang dikepalai oleh seekor raja semut. Mendengar gemuruh bunyi langkah pasukan bala tentara Nabi Sulaiman a.s. Raja semut khawatir. Ia segera berseru kepada seluruh rakyatnya.

“Hai, rakyatku semua!” Suaranya membahana keseluruh lembah. “Masuklah ke liang kalian yang paling dalam. Bersembunyilah! Jika tidak, kalian akan terinjak-injak oleh kaki-kaki bala tentara Nabi Sulaiman. a.s.

Rakyat semut mendengar seruan itu. Lantas mereka semua bergegas memasuki liang liang di dalam tanah. Bersembunyi sedalam-dalamnya, sesuai dengan instruksi raja mereka.

Nabi Sulaiman a.s. memerintahkan angin untuk menerbangkan istananya kemana-mana. Pada saat yang sama ternyata seruan Raja Semut yang lantang tadi terbawa angin dan didengar oleh Nabi Sulaiman a.s.  Nabi Sulaiman a.s. berkenan memanggil Raja Semut untuk menghadap. Raja Semut berkenan memenuhi lalu menghadap. Ia menyangka akan mendapat murka Nabi Sulaiman a.s. karena ia memerintahkan rakyatnya untuk bersembunyi bukan berbaris menyambut kedatangan Nabi Sulaiman a.s.

“Tidakkah kau tahu bahwa aku ini adalah nabi Allah,” jelas Nabi Sulaiman a.s. kepada Raja Semut.

“Ya, Tuan. Hamba tahu. Hamba tidak ingin rakyat hamba melihat kemegahan Tuan dan kerajaan Tuan. Oleh karena itu, hamba terpaksa memerintahkan rakyat  untuk sembunyi diliang-liang yang dalam.

“Kenapa kau larang rakyatmu melihatku dan bala tentaraku?” “Hamba khawatir mereka akan minder dan baper, merasa kecil hati melihat kemegahan Tuan dan kerajaan Tuan. Lantas mereka tidak bersyukur terhadap karunia Allah SWT karena mereka hanya diciptakan sebagai makhluk kecil. Hamba hanya ingin menyelamatkan mereka agar tetap bersyukur terhadap apa yang sudah dikaruniakan Allah kepada kami selama ini.

Nabi Sulaiman a.s. kagum atas kearifan tutur kata Raja Semut.  “Wahai Nabi Sulaiman a.s.” kata Raja Semut kemudian. “Tahukah Tuan mengapa Tuan begitu beruntung sehingga Allah SWT membuat angin menurut kepada Tuan untuk membawa istana Tuan kemana-mana?”.

“Kenapa menurutmu?”.

“Allah berniat mengingatkan Tuan bahwa semua kemegahan atas kekayaan itu tidak abadi sebab bergantung pada angin. Hanya kebesaran Allah SWT jualah penyebab segala yang terjadi atas diri kita semua.

Nabi Sulaiman a.s. mengangguk. Raja Semut ini ternyata makhluk kecil yang sangat bertaqwa kepada Allah SWT.

Inti Cerita; kehidupan ini tdk melihat kadar kekayaan seseorang utk bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, boleh jadi org yang sangat miskin dilimpahi oleh Allah nilai keimanan dan ketaqwaan sehingga dia menjadi orang yang pandai bersyukur dan tak silau gemerlapnya mimpi semu dunia.Kalaupun kalian terlahir dari keluarga kaya..kekayaan itu miliki orang lain yang dititipkan Allah lewat kalian. Sungguh sedih diakherat kelak ketika kekayaan yang dititipkan itu tidak berguna lagi, kemana kita mengantarnya.

0 Komentar

Kontak Kami

logo_web_hdr.png
  • Telepon : +6281349531561
  • Email : info@relyrizaldy.web.id
  • Alamat : Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

Pencarian

Berita Populer

IKLAN LAYANAN ANDA

Social Media