>
  • header
25 Mei 2020

NULIS ITU MUDAH DAN BANYAK MANFAAT ?

BUAT KALIAN maaf yang suka ngeluh …sungguh susah cari lapangan pekerjaan.  Jujur  ya ! pekerjaan itu seharusnya diciptakan bukan untuk dicari, mengapa? Pekerjaan adalah bentuk ketrampilan yang dimiliki seseorang karena didapat dari pengetahuan yang sudah dimiliki dan diterapkan dalam praktik nyata. Bila kalian memiliki seribu alasan untuk tetap bertahan bahwa lapangan pekerjaan harus dicari…silakan menikmati sebagai pengangguran abadi.

Sudah jamak manusia selalu pengen bekerja di ruang yang sejuk dinginnya AC. Wajar keinginan semacam itu? Wajarlah ! bila kamu tahu apa yang mestinya kamu kerjakan dengan ketrampilan yang ada pada dirimu. Kira kira apa ya ? Sudah tahu belum ?..gak usah kalian sebutkan…pastinya kalian berkhayal saat ini. Ingin sesuatu tetapi usaha belum maksimal.

Ayo aku tunjukan pekerjaannya enak, selalu santai dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa ada yang memerintah kita.  Ko enak ya!. Ya iya lah. Siapa yang mau perintah kita, wong kita kerja sendiri dan bebas tanpa tekanan, sambil ngopi di warteg, duduk diteras sore sore atau ke mall. Mau tahu!

Pekerjaannya yang bisa menghasilkan uang cukup besar yaitu….! Tepat banget ! menulis. Menulis itu asyik, bisa menghasilkan uang yang cukup, cukuplah untuk membiayai kebutuhan sehari hari atau bahkan bila sudah berkelas bisa keliling dunia lho. Sebagai guru, aku juga menulis, semantara ini satu tulisan ku dihargai sebesar gajiku satu bulan ASN gol IV. Lalu kenapa kalian tidak mau?

Gimana memulainya…ayo ikuti tulisan senior ya…ini ada yang lebih jago dari aku…kuambil dari beberapa tulisan senior kita semua. Mau tahu, mau tahu aja ? atau mau tahu banget!

Untuk bisa dan jadi kebiasaan nulis, lantas jadi pekerjaan utama atau sampingan kalian kudu memperhatikan!

Ada 5 syarat yang ‘diajarkan’ agar seseorang bisa menjadi penulis sukses, yaitu:

Pertama, Ketrampilan Menulis

Kegiatan tulis-menulis tentu saja mensyaratkan ketrampilan menulis. Bagaimana mungkin tulisan kalian bisa dikatakan baik tanpa ketrampilan menulis, yaitu ketrampilan untuk mengungkapkan pikiran dengan untaian kata, rangkaian kalimat, dan susunan paragraph dalam tulisan.

Hanya saja yang perlu kalian ketahui dan yakini adalah bahwa ketrampilan menulis tidak muncul tiba-tiba. Ketrampilan tersebut harus kalian bangun dan ditumbuhkembangkan dengan aktifitas menulis yang tak mengenal bosan dan lelah.

Apakah menurut kalian ada pula kekuatan bakat di sana?  Bila sekedar mengandalkan bakat tentu tak cukup. Bakat tak pernah bisa mengalahkan latihan, namun latihan disertai bakat akan membuat seseorang menjadi “GREAT”, Sosok Penulis Besar. Ingat Pesan ini!

Ketrampilan menulis itu buah dari latihan terus-menerus, bukan diwariskan, apalagi turun dari langit.

Kedua, Pengalaman

Jangan kalian harap untuk bisa menulis dengan baik jika tak punya pengalaman, namun siapa sih orang yang tidak punya pengalaman? Setiap orang hidup memiliki pengalaman yang unik, berbeda dari orang lain. Keunikan itulah kekuatan setiap orang untuk melahirkan tulisan yang baik. Kecuali kalian tinggal dalam tempurung!

Pengalaman adalah sisi kehidupan yang tak terbatas. Ada pengalaman bergaul, pengalaman spiritual, pengalaman berkelana, pengalaman hukum, politik, bahkan cinta dan horor, serta masih ada banyak lagi penglaman lain yang kesemuanya adalah sumber inspirasi tulisan.

Kalian sudah mulai paham ! Ya, kalian pasti bilang bahwa pengalaman sih banyak, tetapi tak bisa menuliskannya. Itulah sebabnya kalian harus mulai menulis, bahkan bisa jadi harus berawal dari sebuah kata yang paling buruk, lucu, dan aneh. Tidak apa-apa, semula itu awal kesuksesan, memang seperti itulah yang benar. Lambat laun kalian akan mudah menuangkan alam pikiran yang sangat hirup pikuk menjadi alam tulisan yang indah dan bermanfaat.

Ketiga, Pengetahuan Mendalam

Sebelum dan awal-awal menulis ketika SMP dulu saya dapat tugas bikin karya tulis ilmiah dari guru IPS tentang usaha produksi batapress, mau malu atau istilah apalah namanya, sangat percaya diri bahwa saya bisa melahirkan tulisan yang baik. Satu demi satu kata dirangkai untu menjadi tulisan, dan saya baru tahu bahwa tulisan saya ternyata ukuran siswa SMP berkualitas atau lebih tepatnya dapat nilai 90.Bangga donk! Ke pe de an terbawa ketika SMA, selalu dapat tugas bikin makalah untuk bahan diskusi hampir semua mata pelajaran. Dari rasa pede itu muncul lagi ketika kuliah, setidaknya nilai makalah yang dibuat lumayan  ukuran saya yaitu “B”, sampai akhirnya selesai kuliah masuk dunia guru, tahun 1998. Untuk memenuhi angka kredit kenaikan pangkat atau ikut lomba penulisan PTK mulai asyik deh. Ada bebrapa tulisan saya dimuat di Koran Radar Banjarmasin. Untuk menulis artikel ke kompas sih agak susah. Saya sadar, ternyata selama ini saya hanya bermimpi bisa menulis dengan baik, tetapi tulisan saya ‘dangkal’. Penyebabnya setelah saya bandingkan dengan tulisan-tulisan bagus di Kompasiana adalah karena saya tidak cukup pengetehuan mendalam tentang topik yang saya tulis. Dari situlah saya paham maksud teori dan tips bahwa penulis itu harus spesialis di bidangnya, meskipun saya sampai saat ini tidak membenarkannya 100%, karena saya berfikir bahwa seseorang bisa menjadi multi spesialis jika mau dan disiplin kuat membangunnya. Dari situ pula timbul dorongan untuk membaca banyak referensi dan tulisan agar memiliki pengetahuan yang dalam sebagai bagian dari upaya melahirkan tulisan yang bagus.

Keempat, Wawasan Luas

INGAT ! Wawasan berbeda dengan pengalaman dan pengetahuan. Setidaknya begitulah menurut pendapat saya, karena wawasan adalah hasil sintesa pengalaman dan pengetahuan menjadi kesimpulan-kesimpulan. Daya kritis dan kejelian kalian menjadi kunci agar wawasannya luas. Oleh karenanya, kecerdasan kalian menjadi fondasi wawasannya. Penulis-penulis sukses didominasi orang-orang cerdas. Cerdas itu bisa diolah dengan membangun pengetahuan, dapat dicari dari pengalaman orang lain lewat tulisan tulisannya.

Namun kalian dan saya yang tidak begitu cerdas tak usah khawatir tidak bisa membuat Tulisan bagus dan menjadi penulis sukses, karena kecerdasan itu sebelas duabelas dengan bakat atau talenta. Latihan-latihan mensintesa dengan sering-sering berfikir dan menulis akan membuat kecerdasan kita terus tumbuh.

Paling-paling kalian hanya akan tertinggal dengan orang-orang cerdas itu jika mereka melakukan hal yang sama banyak melakukan latihan seperti kita. Kalau sudah demikian, apa boleh buat, mereka akan berada di depan kita. Namun orang cerdas yang rajin seperti itu tidak banyak. Mereka biasanya merasa cukup dengan kecerdasannya yang melebihi kebanyakan orang. Jadi kalian masih berpeluang menjadi penulis handal. Amin.

Kelima, Popularitas

Syarat kelima ini mirip dengan syarat pertama, harus dibangun. Memang benar ada banyak kasus beberapa penulis yang alih profesi, dari sosok terkenal non penulis menjadi penulis. Contoh dekatnya adalah Jusuf Kalla, Mantan Wapres. Kariernya di dunia bisnis dan politik telah masyhur, jika kemudian beliau menulis, maka peluang untuk sukses sebagai penulis sangat besar. Popularitas memudahkannya untuk berhasil menjadi penulis, tentu saja jika syarat nomor satu terpenuhi.

Lantas bagaimana dengan orang-orang tidak terkenal seperti kita (mungkin saya saja)? Mau tak mau harus terus menulis dan menulis dengan konsisten dan menjadi yang lebih baik. Tulisan-tulisan yang semakin lama pasti semakin baik itu, -sekali lagi saya menyebut “semakin lama tulisan kita pasti semakin baik”- maka kitapun akan dikenal oleh banyak orang, dan nama kita akan semakin populer. Setelah itu, setelah nama kita semakin dikenal, maka setiap tulisan kita akan dipersepsi banyak orang sebagai tulisan yang layak dibaca karena (paling tidak dianggap) memiliki kekuatan dan bermanfaat bagi orang lain.

Jadi, yuk terus menulis, di Social Blog atau web pribadi www.relyrizaldy.web.id dan di forum lain tanpa lelah. Carilah 1000 K alasan bahwa menulis itu mutlak harus dilakukan. Menulis itu 1) ibadah, 2) amal saleh, 3) ciri berperadaban, 4) aktualisasi diri, 5) asyik, 6) warisan abadi, 7) terapi kesehatan, 8) cara paling mudah menjadi pribadi bermanfaat bagi orang lain, 9) rekreasi, 10) jati diri, dan 11) peluang rejeki. Anda bisa menambahkan 999.999 alasan yang lain agar benar-benar mencapai 1000 K alasan untuk terus menulis. SILAKAN!

#cerdasnulismulaisekarang

0 Komentar

Kontak Kami

logo_web_hdr.png
  • Telepon : +6281349531561
  • Email : info@relyrizaldy.web.id
  • Alamat : Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

Pencarian

Berita Populer

IKLAN LAYANAN ANDA

Social Media